THE SEVEN POWER OF LONGHOUSE SPIRIT
YOHANES RJ*
Dalam peresmian kantor CU Keling Kumang Tempat Pelayanan Rumah Punyung Sintang tanggal 8 Februari 2010 kami mengambil tema the power of longhouse spirit. The power of longhouse spirit atau kekuatan semangat rumah panjang merupakan tema dari peresmian kantor Credit Union Keling Kumang (CUKK) tempat pelayanan Rumah Punyung Sintang kali ini. Tema ini dipilih penuh kesadaran dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya bahwa sejak penancapan tiang pertama tanggal 12 bulan 12 tahun 2008 pukul 12.00 lalu hingga di pasang papan nama setahun kemudian, orang mengira bahwa kantor ini adalah rumah adat. Itu karena desainnya yang mirip rumah adat dan penuh dengan ornamen yang menggambarkan ciri khas rumah adat Dayak dan anak tangga yang mirip keraton. Pemilihan tema ini hanya meneruskan dan mengangkat pemikiran banyak masyarakat sintang tersebut.
Pemilihan design, arsitektur,ukuran, ciri khas bangunan juga merupakan pilihan sadar. Sadar bahwa kita harus memelihara dan meneladani kekuatan kehidupan rumah panjang yang sempat di hancurkan dan di larang pada zaman orde baru. Orde yang telah berhasil menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara kita yang dampaknya hinggi kita masih kita rasakan. Hari ini kita harus memikul dan membenahi itu semua. Saya tidak ingin terlalu banyak berbicara kekurangan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini karena bagaimanapun ini adalah negara kita dan tugas kita membenahi. Bagaimana cara membenahinya? Apa nilai-nilai dasar untuk memperbaikinya? Tidak ada lain dan tidak ada bukan kita harus mengambil kekuatan kehidupan nenek moyang, para leluhur kita yang saya sebut sebagai the power of longhouse spirit. Paling tidak saya menemukan 7 kekuatan kehidupan rumah panjang dimana semangatnya masih sangat relevan dengan kehidupan kita. Tujuh kekuatan kehidupan rumah panjang yang sangat dasyat menurut saya adalah kedisplinan, spiritualitas, budaya, teknologi modern, visioner-sustainable, kerja keras, dan rasa saling percaya.
Pertama, kedisplinan. Kedisplinan tercermin dalam berladang. Masyarakat harus disiplin mengikuti putaran waktu apabila kehidupan ingin dilanjutkan. Pada musim (putaran waktu) nebas, semua kepala keluarga harus nebas, musim nugal semua harus mengikuti musim nugal dan seterusnya hingga musim panen. Orang yang disiplin mengikuti semua musim pasti akan panen. Hanya orang yang sungguh-sungguh berladang yang akan panen berlimpah. Tidak ada musim panen apabila anda malas dan tidak mau melewati musim-musim sebelumnya terutama memulai menebas. Kedisplinan dalam berladang dari tahun ke tahun menghasilkan kehidupan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih baik. Jangka pendek anda mendapatkan padi yang berlimpah bersama hasil ikutan lainnya seperti sayur mayor, jagung, dll. Jangka panjang masyarakat memiliki banyak tanah. Hanya orang yang rajin berladang yang memiliki banyak tanah.
Saya percaya Keling Kumang dapat berkembang seperti ini karena kedisplinan. Keling Kumang akan terus berkembang juga karena kedisplinan. Kedisplinan para aktivis dalam mengelola waktu dan mematuhi kebijakan, kedisplinan para pangkalan kolektor mengelola setoran tepat waktu dan kedisplinan para anggota menyimpan dan mengembalikan pinjaman. Kantor CUKK ini bisa berdiri tegak juga kedisplinan para pekerja mengelola anggaran dan lebih cepat dari waktu yang telah di janjikan. Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada seluruh mitra yang berkontribusi terhadap pembangunan gedung ini. Kesiplinan yang luar biasa merupakan kunci untuk cerdas secara financial.
Kedua, bekerja keras. Pernah mendengar kata berduruk?. Ya inilah bentuk bekerja keras sangat nyata yang hidup di rumah panjang. Beduruk merupakan bentuk gotong royong dalam mengerjakan ladang secara sama-sama. Berbagi beban dan rejeki. Pergi ke ladang kawan terlebih dahulu agar anda mendapatkan bantuan tetangga dalam mengerjakan ladang kita. Begitulah seterusnya secara bergiliran sehingga pekerjaan menjadi ringan karena dikerjakan secara sama-sama dan roda kehidupan dapat dilanjutkan. Contoh lain yang nampak adalah budaya berburu dalam komunitas rumah panjang. Seluruh hasil buruan pasti di bagi untuk semua pintu di rumah panjang. Tinggal dilihat, siapa berperan lebih banyak pasti mendapatkan hasil lebih banyak pula. Untuk bekerja keras dalam tim seperti beduruk atau berburu, setiap orang wajib memiliki kecerdasan emosional yang lebih.
Di CUKK kita menekankan kerjasama tim yang kuat. Kita boleh bersaing dengan menunjukkan kemampuan terbaik kita tetapi tetap dalam bingkai persatuan dan ikatan perjuangan bersama kita. Kita minta semua anggota, kelompok inti dan seluruh aktivis CUKK untuk kompak mengutamakan kepentingan anggota terlebih dahulu. Kita menganggap tantangan sebagai sarana untuk bergerak lebih maju bukan penghalang. Dalam peresmian ini, kebersamaan kita tunjukkan dalam hidangan budaya rumah panjang dengan masakan yang khas pula. Berbagi dan menikmati satu sama lain dari makanan yang ada. CUKK sangat mementingkan suasana kekeluargaan. Satu saudara menyatu dalam kebersamaan. One credit union one family.
Ketiga, teknologi modern. Pernahkah anda melihat candi borodur dan menanyakan bagaimana caranya masyarakat zaman dahulu membangunnya? Saya mengagumi rumah panjang sama dengan saya mengagumi Borobudur. Saya sering juga bertanya bagaimana orang membangun rumah panjang yang begitu panjang dengan tiang-tiang yang besar. Tanpa teknologi modern dan kerjasama di zaman itu tidak mungkin ada rumah panjang. Teknologi yang tepat guna dan efektif telah melahirkan arsitektur yang unik. Rumah panjang tidak ada duanya di dunia. Unik, khas dan menginspirasi. Butuh kecerdasan intelektual yang lebih untuk bisa menguasai dan mengembangkan teknologi modern ini.
Di dalam CUKK kita berusaha mengembangkan kekuatan teknologi modern ini dan mengaktualisasikannya dalam bangunan dan arsitektur yang unik, khas dan menginspirasi pula dengan sedikit sentuhan teknologi terkini dengan tetap menampilkan beberap ciri khas rumah panjang. Kita mengembangkan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sebagai bagian dari teknologi yang harus segera kita kuasai. Seperti yang anda ketahui bahwa di Indonesia, CUKK merupakan yang pertama menggunakan ATM. Yang kita launching pada tanggal 24 Juni 2009 oleh Bapak Djarot Winarno, Wakil Bupati Sintang.
Kita terus ber-evolusi untuk belajar, mengembangkan dan menemukan teknologi terbaru yang kita perlukan. Ke depan, saya percaya bahwa CUKK akan terus berkembang dan terus tumbuh karena penguasaan teknologi modern secara sempurna.
Keempat, spiritualitas. Apakah anda pernah tinggal atau bermalam di rumah panjang?. Apabila belum segera rasakan kehidupan spiritual di rumah panjang. Kehidupan spiritual tercermin jelas dalam adat istiadat rumah panjang. Orang-orang sangat patuh dengan tuai rumah. Segala bentuk larangan sesuai dengan ritual dan kepercayaan diwariskan secara turun temurun. Penentuan hari-hari baik seperti pindah rumah, memulai panen, memulai nebas dan melaksanakan acara ritual lainnya berpengaruh besar dalam kehidupan yang berdasarkan tanda-tanda alam. Alam yang lestari selalu mengirim sinyal baik atau buruk terhadap kehidupan yang harus kita lalui.
Begitu juga di CUKK kita menanamkan pentingnya kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual merupakan kunci setelah kita memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan financial dan kecerdasan emosional. Seluruh aktivitas besar CUKK selalu memperhatikan tanda-tanda alam. Setiap tahun sebelum Rapat Anggota Tahunan kita mengadakan upacara adat. Pindah kantor seperti ini juga kita mulai dengan upacara adat yaitu adat “nyengkelan tangga”. Nyengkelan tangga adalah suatu adat meminta berkat bahwa kantor ini bisa untuk berusaha, bahwa orang-orang yang beraktivitas di sini bisa selamat. Mengusir segala bentuk niat jahat. Kita juga mengadakan misa pemberkatan dan syukur sebagai bagian dari bentuk ucapan syukur kita atas selesainya pembangunan gedung ini. Kita berharap dengan adanya kehidupan spiritual yang tinggi kita benar-benar bisa menjadi manusia seutuhnya dan mengabdi kepada anggota dengan penuh ketulusan.
Kelima, budaya. Kita wajib belajar dari Amerika, Eropa, Jepang, Cina, Korea Selatan dan seluruh bangsa yang termashur di jamannya. Mereka berjaya dan hidup dalam balutan budaya yang unik, khas dan penuh makna. Ada banyak budaya rumah panjang yang unik, khas dan penuh makna yang masih dan terus hidup sampai sekarang. Terkadang generasi sekarang yang mengaku modern melupakan semua itu karena menganggap budaya sesuatu yang kuno, ketinggalan jaman, kotor, jorok tanpa menanyakan lebih jauh apa maknanya. Melupakan budaya dan tidak mampu menemukan makna baru dalam hidupnya membuat kehidupan berbudaya menjadi kabur. Pewarisan budaya dan nilai-nilai di rumah panjang yang terus hidup dari generasi ke generasi seharusnya menjadi mutlak. Ir Soekarno berpesan kepada kita untuk hidup dan bermartabat secara budaya.
Ukiran dan seluruh ornamen di gedung ini adalah warisan budaya yang unik, khas dan penuh makna. Ornamen pada tiang dari setiap sudut gedung ini melambangkan kekuatan kehidupan kita dari alam atas, alam tengah dan alam bawah. Ornament pada lingkaran tengah kantor melambangkan kekuatan legenda Keling dan Kumang, sebuah legenda kehidupan masyarakat Dayak sub suku Ibanic group yang diceritakan dengan versi yang berbeda pada suku Dayak lainnya. Sementara ukiran sebelah kiri gedung melambangkan kehidupan yang harmonis keluarga Keling dan Kumang. Kita berharap dengan ukiran dan ornament ini kita mewariskan budaya berikut nila-nilainya yang harus digali terus oleh anak cucu kita. Bahwa kita wajib hidup harmonis dengan siapapun termasuk dengan yang berbeda pandangan dengan kita sekalipun. Kalau hanya sekedar beda suku, beda agama dan asal serta latar belakang seharusnya sudah tidak perlu kita perdebatkan, tetapi hidup harmonis dengan orang yang berbeda pandangan adalah tantangan berikutnya. Dalam Kehidupan rumah panjang, para penghuni sangat biasa hidup harmonis dalam perbedaan. Saya percaya bahwa kekuatan budaya menjadi penyempurna dan menjadi spirit yang menggairahkan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu seluruh produk dan pendekatan yang kita gunakan adalah mengggunakan pendekatan budaya. Dengan budaya Sense of belonging terhadap CUKK akan lebih kuat dan sempurna.
Keenam, visioner-sustainable (berpikir jauh kedepan dan berkelanjutan). Pernahkah anda mendengar kata tembawang?. Tembawang merupakan sebuah hutan primer yang terdiri dari berbagai jenis buah-buahan, obat-obatan, rotan, tanaman dan pepohonan penting lainnya yang merupakan warisan nenek moyang atau keturunan suatu rumah panjang atau warga kampung lainnya. Seorang Profesor dari Fisipol Universitas Tanjungpura menyebutkan bahwa tembawang sebagai supermarketnya orang kampung. Sebuah penilaian yang tidak salah. Tembawang merupakan bukti nyata betapa visioner dan sustainable nya cara berpikir masyarakat di rumah panjang. Mereka menanam dan melestarikan seluruh isi tembawang untuk anak cucu dan di titipkan dengan kita untuk dilestarikan. Ini merupakan sebuah pemikiran yang visioner-sustainable. Nenek moyang kita menanam tidak pernah berpikir untuk memanennya. Tembawang juga merupakan lambang keberlanjutan kehidupan dan cerita/sejarah kehidupan masyarakat rumah panjang. Dari tembawang kita tahu silsilah keturunan setiap orang.
Di CUKK kita sangat menekankan untuk setiap orang berpikir jauh kedepan. Menjadi aktivis CU bukan sekedar menjadi staf tetapi yang jauh lebih penting menciptakan sejarah yang bisa diceritakan kepada anak cucu. Tentu itu cerita baik. Menjadi anggota CUKK juga bukan sekadar meminjam dan menyimpan tetapi yang jauh lebih penting menjadi pemilik. Dengan menjadi pemilik, kita semua tidak akan pernah berpikir untuk merusak CUKK. Ketika seoraang anggota meminjam uang, ia terlebih dahulu berpikir matang bagaimana cara mengembalikannya bukan sekedar meminjam. Anak cucu kita harus diwariskan hal-hal baik di CUKK. Karena menjadi anggota CUKK pada akhirnya hanya satu tujuannya yaitu untuk memastikan masa depan anak cucu kita lebih baik. Untuk masa depan sekolah dan kehidupan anak-anak yang penuh kepastian. Oleh karena itu membuat CUKK sustanaible menjadi tugas utama kita semua, tugas pemerintah, tugas anggota, tugas orang-orang yang sangat mencintai para kaum miskin papa dan tugas semua orang yang berjuang atas nama masyarakat dan rakyat di kampung.
Ketujuh, rasa saling percaya. Anda pasti pernah mendengar musyawarah adat. Ya sebuah musyawarah para tetua adat untuk membicarakan kepentingan bersama di rumah panjang. Dalam bermusyawarah orang mengutamakan kepentingan semua pihak. Peribahasanya seperti memukul kepala ular. Ularnya mati, tanahnya tak lempang. Artinya tujuan bersama tercapai tetapi tidak ada yang disakiti. Di zaman dahulu musyawarah adat tidak ada pemungutan suara. Musyawarah diutamakan. Apabila musyawarah tidak mampu menyelesaikan masalah terpaksa menggunakan adat bersumpah.
Di CUKK, kita menekankan untuk mengutamakan saling percaya. Dalam hymne CU jelas bahwa segala sesuatu bisa terjadi karena kita saling percaya. Kita dapat maju bersama, bersatu, membangun manusia karena kita saling percaya. Saling percaya terhadap semua komponen yang mengurus CUKK merupakan modal penting. Apabila terpaksa baru menggunakan kebijakan reward and punishment.
Tujuh kekuatan yang hidup di rumah panjang tersebut menjadi spirit bagi kami mengembangkan CUKK. Saya percaya bahwa mengembangkan CUKK secara benar dan baik merupakan kontribusi terbesar kami untuk NKRI dalam memberantas kemiskinan, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kualitas pendidikan dan cerdas secara financial. Semoga kontribusi ini benar-benar bermanfaat untuk kita semua. Selalu Invictus untuk kita semua.
* General Manager CU Keling Kumang. Direktur Eksekutif Walhi Kalbar tahun 2000-2006.





